sumber : http://dahlaniskan.wordpress.com/2005/08/16/jangan-ada-lagi-nyawa-melayang/
Maka, dibukalah perundingan baru, setelah berkali-kali macet di masa lalu. Kali ini tidak boleh lagi buntu. Kuncinya, kata Wapres kepada saya dan juga di berbagai kesempatan, adalah membuat perundingan jangan sampai berkepanjangan. Perundingan yang terlalu panjang akan menimbulkan komplikasi, salah paham, dimanfaatkan pihak lain, dan terasa tidak adanya ketulusan. Ketulusan adalah kunci diperolehnya kepercayaan. Kepercayaan adalah kunci diperolehnya persetujuan.
Cepat, tulus, tepercaya. Itulah ciri perundingan terakhir ini. ”Saya memang memperkirakan dalam lima kali putaran akan bisa selesai,” ujar Wapres. ”Ini sama dengan perdamaian Poso,” katanya. ”Juga perdamaian Ambon,” tambahnya.
Bagi orang bisnis, perundingan untuk kongsi biasanya juga berlangsung tidak lebih dari lima kali. Kalau sudah lebih dari itu, sebaiknya dibatalkan saja. Terlalu banyak ketidakcocokannya.
Tapi, Aceh kan tidak sesederhana perusahaan? Bagaimana bisa begitu cepat?
Kunci pertama, kata Wapres, harus bertemu langsung, baku sapa dan saling menatap matanya. ”Dari tatapan mata bisa kita lihat ketulusannya,” ujar Jusuf Kalla suatu saat. ”Kalau tidak pernah bertatap mata, bagaimana bisa mengukur ketulusan kata-katanya?” tambahnya.
Maka, dibukalah perundingan baru, setelah berkali-kali macet di masa lalu. Kali ini tidak boleh lagi buntu. Kuncinya, kata Wapres kepada saya dan juga di berbagai kesempatan, adalah membuat perundingan jangan sampai berkepanjangan. Perundingan yang terlalu panjang akan menimbulkan komplikasi, salah paham, dimanfaatkan pihak lain, dan terasa tidak adanya ketulusan. Ketulusan adalah kunci diperolehnya kepercayaan. Kepercayaan adalah kunci diperolehnya persetujuan.
Cepat, tulus, tepercaya. Itulah ciri perundingan terakhir ini. ”Saya memang memperkirakan dalam lima kali putaran akan bisa selesai,” ujar Wapres. ”Ini sama dengan perdamaian Poso,” katanya. ”Juga perdamaian Ambon,” tambahnya.
Bagi orang bisnis, perundingan untuk kongsi biasanya juga berlangsung tidak lebih dari lima kali. Kalau sudah lebih dari itu, sebaiknya dibatalkan saja. Terlalu banyak ketidakcocokannya.
Tapi, Aceh kan tidak sesederhana perusahaan? Bagaimana bisa begitu cepat?
Kunci pertama, kata Wapres, harus bertemu langsung, baku sapa dan saling menatap matanya. ”Dari tatapan mata bisa kita lihat ketulusannya,” ujar Jusuf Kalla suatu saat. ”Kalau tidak pernah bertatap mata, bagaimana bisa mengukur ketulusan kata-katanya?” tambahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar